Lelaki ku..

Lelaki itu merupakan bakal iman bagi seorang wanita. Maka sudah semestinya, lelaki itu belajar untuk menjadi imam yang baik untuk keluarganya kelak. Sebagai seorang wanita, saya sangat mendambakan seorang imam yang baik untuk saya, dan juga untuk anak-anak saya kelak. Amin.

Di usia saya yang masih remaja ini, saya sudah mulai merasakan yang namanya jatuh cinta. Awalnya, saya hanya menilai seorang lelaki itu dari parasnya, namun lambat laun, semua pemikiran itu berubah 180 derajat. Saya mempunyai sebuah pengalaman yang semoga bisa bermanfaat untuk pembaca sekalian..

Beberapa tahun yang lalu, saya pernah menjalin sebuah hubungan dengan seorang lelaki berinisial “X”. Menurut saya, dia adalah lelaki yang baik, karena pada saat itu saya hanya menilai dari parasnya saja. Tak lama kemudian, dia mulai menunjukkan sifat aslinya. Ternyata, saya baru tahu bahwa dia adalah seorang perokok, bahkan tak jarang dia juga pernah minum-minuman keras. Saya berusaha untuk sabar mengahadapi sikapnya yang sedikit kasar, emosional dan egois tersebut. Suatu ketika, dia meminjam uang kepada saya dengan alasan tertentu. Entah apa yang terjadi pada diri, saya pun mau meminjaminya uang sejumlah yang dia minta. Hal tersebut terjadi secara terus-menerus. Hingga akhirnya saya mulai merasa dirugikan. Bahkan pernah suatu hari saya pergi dari rumah dan menginap di salah satu rumah teman saya lantaran saya ingin menyerahkan uang yang dia minta. Sungguh berdosanya saya, pada waktu itu. Dan setelah saya telusuri lebih jauh, ternyata uang yang saya berikan itu untuk “mabuk”. Bisa dibayangkan bagaimana rasanya?. Saya sangat marah karena merasa saya telah dibohongi. Akhirnya, saya putuskan untuk mengakhiri hubungan yang telah kami jalin sekitar 3 bulan lamanya.

Maka dari itu, berhati-hatilah dalam memilih pasangan. Karena pasangan juga bisa mempengaruhi kepribadian yang kita bentuk. Beberapa bulan yang lalu, saya berkenalan dengan seorang lelaki berinisial “Y”. Secara fisik memang dia tidak begitu menonjol, tetapi secara kepribadian, dia lah lelaki yang saya inginkan selama ini. Dia lebih sering sholat di masjid daripada di rumah, dia cerdas karena dia juga pernah menjuarai sebuah perlombaan di tingkat Internasional, dia sopan, kata-kata juga lembut, perhatian, bahkan keluarga saya pun sangat senang denga kepribadiannya. Yah i think so perfect !. Dalam tanda kutip “secara kepribadian”, bukan secara fisik. Suatu hari, dia mengungkap kan isi hatinya kepada saya. Sebenarnya, saya pun mempunyai perasaan yang sama. Namun saya merasa minder. Why?. Saya minder bukan karna fisik saya, melainkan karna akhlak saya. Tak disengaja, ketika saya membuka facebook nya, sekitar tahun 2011, saya menemukan ada seorang wanita berinisial “B”, mengirim pesan di dinding nya.  Ternyata wanita tersebut adalah mantannya. Saya semakin minder, karena wanita tersebut disamping canti dan cerdas, dia juga sholehah. Jilbabnya menutup seluruh auratnya. Subhanallah..

Sejak saat itu, saya memutuskan untuk tidak menerima cintanya karna saya malu. Saya bukanlah pribadi yang pantas bersanding dengannya “saat itu”. Saya tidak marah atau bahkan membenci mantannya, justru saya sangat berterimakasih. Berkatnya, saya termotivasi untuk menutup seluruh aurat saya, berjilbab sesuai dengan syariat islam, hingga kini saya masih berusaha untuk memperbaiki diri saya. Saya mencintainya, tetapi saya tidak ingin merusaknya dengan berpacaran. Saya tidak mengatakan bahwa pacaran itu zina, tetapi sebagian zina dimulai dari pacaran. Akhirnya, kami memutuskan untuk saling mencintai dalam diam, namun sama-sama mendoakan agar kelak dipertemukan dalam ikatan yang halal. Amin.

Secara fisik, lelaki yang saya cintai itu memang biasa saja, tetapi akhlaknya mampu merubah saya kejalan yang benar. Sedangkan mantan saya yang dulu?. Secara fisik dia memang tampan, tetapi tidak untuk akhlaknya. Dia justru menjerumuskan saya kedalam jurang kebohongan. Saat ini pun, saya sama sekali tidak ingin pacaran, karena untuk apa saya berjilbab jika saya tidak mampu menghijabkan diri saya. Inilah sepenggal kisah masa lalu saya yang dapat saya sampaikan.

Maka dari itu, untuk pembaca sekalian..Janganlah kita menilai seseorang hanya dari parasnya yang tampan atau cantik, tetapi lihatlah kecantikan dirinya. Lelaki yang nakalpun pada akhirnya ingin memperoleh wanita yang baik. Jadi, daripada waktu kita terbuang untuk pacaran, lebih baik gunakan untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri pada Allah SWT. Pacaran itu bukan menjaga tapi menghancurkan !!!!. Yakinlah itu. Duahi lelaki ku, bakal suamiku.. Perbaikilah dirimu karna disini aku pun tengah memperbaiki diriku. Duhai lelaki ku, kelak engkau akan menjadi pakaian untuk istrimu. Buruknya sifatmu akan membawa namaku dan baiknya sifatmu pun akan membawa namaku. Segala yang engkau lakukan selalu bersandar namaku di dalamnya. Dan wanita mu, tak ingin memakai pakaian yang kotor, karna ia tak berkenan ada orang lain yang menghina pakaian yang ia pakai. Duhai lekaki ku,, sadarlah itu…

Wss.wr.wb

Iklan

2 thoughts on “Lelaki ku..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s