Hilang Kesucianku Karna Cinta (By : Indah Cornelia Sari)

Bintang-bintang bertabur mesra di atas langit, mengedipkan matanya sembari sesekali tersenyum malu. Dengan lesung pipi manisnya, datanglah seorang lelaki tampan berdiri di hadapan seorang wanita nan cantik jelita dan menyapanya dengan salam.

“Assalamualaikum..”, sapa lelaki tampan itu.

“Waalaikumsalam. Hendak kemana kamu pergi, Adam?”.

“Aku ingin pergi ke masjid, sebentar lagi aku harus mengumandangkan azan isya. Baiklah, aku harus segera pergi. Assalamualaikum”.

“Waalaikumsalam..”, Muslimah senantiasa memandang Adam dengan penuh rasa terpesona. Parasnya yang tampan, tutur katanya yang halus dan lembut, dan akhlaknya yang mulia nampaknya mampu membuat Muslimah jatuh cinta padanya. Namun, Muslimah tidak percaya diri untuk mendekati Adam lantaran dia tahu bahwa Adam belum pernah sekalipun pacaran. Sedangkan Muslimah?. Dia terkenal play girl oleh teman-temannya. Suatu hari, Adam membuka akun facebook nya dan berteman dengan Muslimah. Tak disangka, ternyata muslimah merupakan seorang mahasiswi di salah satu Universitas ternama di Inggris. Hal tersebut membuat Adam ingin mengenalnya lebih dekat.

Suatu hari, Adam meminta bantuan Muslimah untuk mengajarinya bahasa Inggris, dan dengan senang hati Muslimah bersedia untuk mengajarinya. Lambat laun, benih-benih cinta pun muncul diantara keduanya. Berita kedekatan mereka pun mulai menjadi buah bibir di masyarakat, karena mereka tidak menyangka seorang Adam yang notabenya terkenal ‘alim ternyata bisa jatuh cinta pada sosok Muslimah yang tak berhijab dan memiliki akhlak yang kurang baik di masyarakat.

“Sayang..Aku kangen banget sama kamu”, tutur Muslimah sembari mencium kening Adam.

“Astaghfirulloh..Apa yang telah kamu lakukan padaku Muslimah?. Kenapa kamu mencium dan menggandeng tanganku?. Itu zina !”.

“Hahahaaa..Kenapa?. Tidak usah berlebihan, aku kan hanya memegang tanganmu dan menciummu, tidak lebih?. Lagipula, hal itu sudah lazim dilakukan saat berpacaran. Kalau kamu nggak percaya, kamu bisa tanya sama teman-temanmu yang sudah berpacaran. Apa mereka pernah melakukan hal yang sama seperti apa yang baru saja aku lakukan?”.

“TIDAK !. Kita telah berbuat zina Muslimah. Tidak seharusnya kamu melakukan hal itu kepadaku. Itu bukan hal biasa bagiku. Maaf, kamu seperti seorang wanita murahan dimataku saat ini! “, jawab Adam dengan tatapan matanya yang begitu tajam.

Setelah mendengar kata-kata Adam yang sedikit kasar itu, Muslimah terdiam dan tiba-tiba saja berteriak “Aaaaaahhhhhhh pergi kamu ! PERGI ! Jangan dekati aku, pergiiiiiiii !!”, teriakan Muslimah bukanlah teriakan tanpa arti, karena terkurat jelas dalam raut wajahnya seperti seseorang yang tengah ketakutan,laksana jerit hati sebuah trauma yang mendalam. Para tetangga pun sontak mendekati mereka dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi diantara keduanya. Setelah mendengar penjelasan dari Adam, mereka pun membawa Muslimah kembali ke rumahnya. Dengan penuh penyesalan, Adam pun meminta maaf kepada orang tua Muslimah karena dia telah berkata kasar padanya dan membuatnya ketakutan. Namun, ibu Muslimah hanya terdiam dan mengusap air matanya yang jatuh bagai buncahan kristal tak berbentuk. Tak lama kemudian, Muslimah kembali menjerit “Dasar laki-laki bajingan !! Kamu telah menodai kesucianku, lalu pergi meninggalkanku bagai sampah!. Pergi kamu dari sini, aku benci kamu, aku benci !. Kau pembunuh !. Dasar laki-laki tidak punya hati, tega kamu membunuh anakmu sendiri!”, jeritnya sembari memukul-mukul guling di dekatnya dan mengacak-acak rambutnya.

Adam dan kedua orang tua Muslimah pun tak mengerti apa yang dikatakan oleh gadis cantik itu. Sikapnya begitu aneh dan misterius. Secara perlahan, Adam pun mendekati Muslimah dan bertanya “Muslimah..Apa yang sebenarnya terjadi padamu?. Siapa laki-laki yang telah menodai kesucianmu itu?”. Muslimah pun hanya terdiam, menangis tersedu-sedu sembari memandang foto seorang lelaki. Adam langsung merebut foto yang ada ditangan Muslimah. Ternyata….

“Astaghfirulloh..Bukankah ini Rahmat yang dulu sering menjadi muadzin di masjid sebelah?. Kenapa dia melakukan ini padamu?. Aku sungguh tak menyangka, seorang muadzin pun mampu terjerumus kedalam maksiat”, tetes demi tetes air mata mengalir di pipi lesungnya. Dia sangat kecewa, karna ternyata wanita yang ia cintai itu telah hilang kesuciannya karna ulah temannya sendiri. Setelah Muslimah sudah mulai tenang, ia pun menceritakan semuanya pada Adam dan kedua orang tuanya.

Memang dulu mereka pernah mempunyai hubungan khusus yang saat ini dikenal dengan istilah pacaran. Awalnya, mereka sepakat untuk berpacaran secara Islami. Namun, karena belum kuatnya iman seorang hamba, mereka pun tergoda untuk berbuat maksiat. Suatu hari, mereka hendak pergi ke masjid untuk sholat berjamaah. Pada saat itu Muslimah tengah mengantar makanan ke rumah Rahmat, berhubung adzan sudah berkumandang, Muslimah pun meminta izin untuk sekedar ikut wudhu di rumah Rahmat. Karena hendak berwudhu, Muslimah pun melepas jilbabnya yang selama ini senantiasa menutupi auratnya, tanpa disengaja Rahmat melihat Muslimah yang kala itu tengah membuka jilbabnya. Dia mencoba untuk tetap menahan hawa nafsunya, namun semakin lama ia memandang, ia makin tak kuasa menahan nafsunya. Rahmat pun bergegas mendekati Muslimah, dan astaghfirulloh…Keduanya sama-sama tidak mampu menahan nafsunya. Akibat perbuatan mereka tersebut, Muslimah pun hamil. Sayang, Rahmat tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya dan meminta Muslimah untuk menggugurkan kandungannya.

Karena merasa dirinya sudah tidak suci lagi, Muslimah pun memutuskan untuk membuka jilbabnya. Sebagai pelampiasan dendamnya, ia seringkali mengajak para lelaki untuk menjadi pacarnya. Bahkan hampir dipastikan setiap pacarnya sudah pernah berhubungan badan dengannya. Teririslah hati Adam mendengar pengakuan Muslimah itu. Namun, karena Adam mencintainya karna Allah SWT, ia pun mau menerima Muslimah dengan keadaannya yang sudah tidak suci lagi. Sesungguhnya, berat bagi Adam untuk mengikhlaskan hal tersebut, namun dalam hatinya berkata bahwa masa lalu itu hanyalah cermin untuk masa yang akan datang.

Muslimah pun bertanya, “Apakah itu artinya kamu mau menjadi pacarku?”.

“Tidak, Muslimah. Aku tidak ingin menjadi pacarmu”, jawab Adam dengan wajah yang cukup tegang.

“Karna aku sudah tidak suci lagi?”.

“Iya”.

“Ternyata kamu sama dengan laki-laki bajingan itu. Kamu hanya mencintai fisikku saja”.

“Justru karna aku berbeda dari mantan-mantan mu sebelumnya. Maka dari itu aku tidak ingin menjadi pacarmu”.

“Lalu?”.

“Aku akan segera meminangmu menjadi istriku”.

Mendengar pengakuan Adam yang begitu mengejutkan, Muslimah pun bersujud kepada Allah SWT. Memohon maaf pada Sang Illahi atas apa yang telah ia perbuat selama ini. Muslimah sangat bersyukur karna ia dipertemukan dengan sosok lelaki yang sangat baik, bahkan ia mau menerima Muslimah yang sudah tidak suci lagi. Menjeritlah hati wanita-wanita yang telah ternodai kesuciannya karna cinta. Adam mau menikahi Muslimah juga bukan tanpa alasan yang jelas, hal itu karena Muslimah pernah mencium kening Adam, dan itu artinya Muslimah juga telah menodainya. Disamping itu, Adam juga tidak ingin menjadi lelaki yang menjerumuskan Muslimah untuk kesekian kalinya. Diakhir perbincangan Adam pun berkata “Muslimah..Perkenankan aku untuk menjadi imam dalam sholatmu. Izinkan aku mendidikmu untuk kembali kejalan yang benar. Aku menerima mu karna kejujuranmu. Aku tidak ingin menjadi pacarmu karna aku menyayangimu. Aku malu mengajakmu berpacaran diatas kata sayang yang ku ucapkan. Karna, jika seorang lelaki benar-benar mencintai dan menyayangi seorang wanita, sungguh ia benar-benar akan menjaganya. Jangan kau pikir, jika ia mengajakmu berpacaran itu menandakan dia memang menyayangimu, justru itu menandakan dia tidak menyayangimu. Karna sejatinya, pacaran itu media pengantar zina. Dan zina itu bukan menjagamu, tetapi merusakmu”.

-THE END-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s