“Apakah Cita-Citaku Harus Kandas?” (By : Indah Cornelia Sari)

ibu anak

Ass.wr.wb

Pembaca yang berbahagia.. Setiap insan tentu mempunyai sebuah harapan yang ingin dicapai dalam hidupnya. Setiap orang juga pasti mengharapkan kebahagiaan di dunia dan diakhirat. Namun, adakalanya apa yang kita impikan dan yang kita cita-cita kan itu terhalang oleh beberapa faktor, baik internal maupun eksternal. Salah satu faktor yang seringkali terjadi adalah faktor ekonomi.

Yah, di era globalisasi seperti sekarang ini bisa dipastikan 98% segala sesuatunya itu menggunakan uang. Bahkan saat ini uang pun seringkali di manipulasi. Astaghfirulloh.. Lantas bagaimana dengan kita yang kehidupan ekonominya rendah?. Apakah kita tidak akan bisa menjadi orang sukses dan berpendidikan tinggi?. Pertanyaan seperti itu seringkali terlontar lantaran kedua orang tua kita bukanlah orang berada. Tetapi saya yakin, kesuksesan seseorang itu tidak hanya ditentukan dari faktor financial saja, tetapi juga kerja keras, doa dan keberuntungan pastinya.

Bagi yang orang tuanya kurang mampu, kita bisa mengajukan bidik misi atau mungkin mencari informasi tentang beasiswa baik di dalam maupun di luar negeri. Memang, tidak dipungkiri bahwa ketika seorang anak telah mengetahui bahwa kedua orang tuanya tidak mampu membiayai kuliah, beberapa anak menjadi malas belajar. Kenapa?. Tidak lain dan tidak bukan karena mereka berpikir “Untuk apa saya belajar?. Toh saya juga tidak akan kuliah”. Pemikiran seperti inilah yang seringkali muncul di kalangan pelajar. Bahkan, beberapa anak juga bisa secara tiba-tiba menjadi dingin kepada orang tuanya, lantaran orang tuanya tidak bisa memenuhi keinginannya untuk kuliah. Tanyakan pada diri Anda, apakah Anda pernah merasakan seperti itu?.

Tidak saya pungkiri bahwa untuk menyadarkan diri kita bahwa kita harus turut “prihatin” dengan kehidupan orang tua kita itu sangat sulit. Remaja saat ini lebih mementingkan gengsi dan mengesampingkan perasaan orang tua. Padahal dalam hati orang tua kita, mereka pun merasakan penyesalan yang sama dengan kita. Kita menyesal karna tidak bisa kuliah, sedangkan orang tua kita menyesal karna tidak bisa menguliahkan kita. Impas bukan?. Tetapi satu yang berbeda “Orang tua bisa memahami perasaan kita sedangkan kita jarang bisa memahami perasaan orang tua”.

Jika berbagai upaya sudah kalian tempuh, mulai dari SNMPTN, SBMPTN, Bidik misi, dan beasiswa sudah kalian coba, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan harapan dan orang tua kalian sudah tidak mampu lagi membiayai, maka saya sarankan yakinkan hati Anda bahwa itulah yang terbaik untuk Anda. Jangan malu, jika kita tidak melanjutkan kuliah, toh juga antara yang kuliah dan yang tidak kuliah pun akhirnya sama-sama mencari pekerjaan atau lapangan pekerjaan. Lihatlah realia di sekitar kita, yang kuliahpun banyak yang pengangguran. Jadi, jangan terlalu memaksakan kehendak kita pada orang tua manakala mereka belum bisa membiayai kuliah kita.Barangkali disinilah letak berkah untuk kalian. Bekerjalah terlebih dahulu, mulai mengumpulkan uang untuk kuliah. Jadi, kalian bisa berlatih mandiri dan tahu bagaimana rasanya sulitnya mencari uang untuk biaya sekolah, padahal kalian hanya membiayai diri kalian sendiri, sedangkan orang tua kalian?. Subhanalloh..

Maka dari itu, ambillah sisi positif dari setiap kejadian yang menimpa kita, sedangkan sisi negatifnya biarlah menjadi pelajaran untuk yang akan datang. Yuk, kita sama-sama membangun rasa “prihatin” pada kedua orang tua kita. Tanamkan pada hati kita bahwa “Cita-citaku takkan pernah kandas walaupun aku hanyalah seorang anak dari kaum akar rumput”. Bersyukur kita sempat merasakan bangku sekolah daripada tidak sama sekali. Semoga kita termasuk anak-anak yang berbakti kepada kedua orang tua. Amin..Amin..Amin..

Wss.wr.wb.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s